Keuntungan Dan Kerugian Atap Dak Beton

Beton adalah bahan bangunan yang sangat multi fungsi. Walaupun pada penggunaannya lebih sering digunakan sebagai material untuk bagian struktur sebuah bangunan, bukan berarti beton tidak bisa digunakan sebagai material untuk bagian bangunan yang non struktur, misalnya saja atap rumah. Dalam pemakaian beton sebagai atap, sering kali juga disebut dengan atap dak beton. Atap dak beton pada umumnya berbetuk datar. Berbahan dasar campuran pasir, semen dan batuan pecah/split yang diberi tulangan baja lalu dicor langsung pada lokasi. Sekarang juga ada jenis atap dak beton yang berbetuk panel-panel yang dicetak telebih dahulu, sehingga pemasangannya lebih mudah. Ada beberapa keuntungan dan kerugian atap dak beton jika kita aplikasikan pada hunian kita.

keuntungan dak beton

Keuntungan Atap Dak Beton

  1. Permukaan yang datar bisa difungsikan juga sebagai lantai. Kita bisa menempatkan benda seperti furniture atau pot tanaman.
  2. Memungkinkan juga jika suatu saat kita ingin menambahkan tinggi bangunan (penambahan ruang secara vertikal) dan merubah fungsi atap menjadi lantai.
  3. Tergolong atap yang kuat dan tidak mudah rusak, tahan terhadap cuaca dan terpaan angin.
  4. Mudah dalam pembersihan karena kita bisa dengan mudah berdiri di atas permukaan dak beton.
  5. Lebih Hemat biaya perawatan.
  6. Sangat sesuai untuk rumah-rumah bergaya modern, urban dan minimalis.
  7. Mampu menahan panas sinar matahari dengan baik. Dak beton biasanya memiliki ketebalan yang cukup sehingga mampu meredam panas matahari dengan lebih baik.
  8. termasuk atap yang tahan terhadap api sehingga tidak mudah terbakar.
  9. Kekedapan terhadap air tergolong baik.
  10. Finishing yang mudah,seperti penggunaan cat. Selain itu juga memungkinkan untuk kita tidak terlalu memikirkan tampilan, karena atap yang datar membuat permukaan atap tidak tampak langsung.

keuntungan atap dak beton

Kerugian 

  1. Proses pengerjaannya tergolong rumit. Perlu perhitungan yang benar-benar matang bahkan pada saat pembuatan bangunan.
  2. Tergolong atap dengan biaya mahal.
  3. Meninggalkan banyak limbah pada saat pembuatan. Limbah dari cetakan (begesting).
  4. Walaupun tergolong atap yang mempunyai kekedapan air tinggi, tetapi tetap sering terjadi kebocoran/rembes, biasanya akibat dari pengerjaannya yang kurang sempurna, atau jika terjadi hujan yang cukup deras dengan rentang waktu yang lama, sehingga terjadi genangan. Untuk menangani hal seperti ini, perlu lapisan anti bocor, waterproof.
  5. Permukaan yang datar kurang bagus dalam mengalirkan air, sehingga kurang cocok untuk rumah daerah tropis yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
  6. Mudah terserang lumut jika tidak sering dibersihkan.
  7. Permukaan yang datar juga sering menampung sampah, mulai dari debu yang menumpuk, daun kering, dll.
  8. Berat material memberi beban berlebih kepada struktur bangunan.
  9. sulit untuk dibongkar. Walau dari segi kekuatan adalah keuntungan, tetapi Ini bisa menjadi masalah jika kita ingin mengganti tampilan rumah kita terutama bentuk atap.
  10. Kelembaban ruangan yang beratap beton cenderung lebih tinggi, sehingga tidak cocok untuk ruangan yang sempit dan ruangan perlu ventilasi yang lebih memadai.

tenjo the next serpong

Info lengkap klik disni

Dengan beberapa poin di atas diharapkan bisa membantu untuk kita dalam mempertimbangkan penggunaan atap dak beton untuk rumah kita.

Baca juga :
Ruang tamu yang baik
Ruang makan Rumah idaman

0 Komentar