Menyusun Anggaran Pembangunan Rumah

Post On: 8 June 2016
By:
February 2, 2018

Menyusun Anggaran Pembangunan Rumah

Menyusun anggaran pembangunan rumah faktor Biaya adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah rumah bisa dibangun. Karena tanpa biaya mustahil pembangunan sebuah rumah dapat dilaksanakan. Mengingat pentingnya biaya dalam pembangunan sebuah rumah, maka kita harus benar-benar merencanakan dan Menyusun anggaran pembangunan rumah , agar nantinya kita bisa menyesuaikan kemampuan keuangan kita dan tidak terjadinya pembengkakan biaya.

menyusun anggaran pembangunan rumah

Pada prinsipnya dalam penyusunan anggaran pembangunan rumah. Ada tiga perhitungan yang harus kita lakukan. Yang pertama adalah, menghitung volume pekerjaan, yang kedua adalah mendaftar harga setiap volume pekerjaan dan yang terakhir memasukan keduanya dalam satu rencana anggaran biaya (RAB. Ketiga perhitungan itulah yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

  1. Menghitung Volume Pekerjaan

Perhitungan volume disini meliputi semua item pekerjaan mulai dari persiapan lahan, galian, urug, pondasi, struktur, atap, tembok, lantai, dll.

  • Pengukuran : Pengukuran disini adalah penentuan luas yang akan dikerjakan. Pada perhitungannyapun memakai satuan M².
  • Bouwplank : Perhitungannya adalah sebagai berikut.

Volume Bouwplank = Jumlah Sudut Luar x Jumlah Sisi x 1 m

  • Bedeng dan gudang (Cara penghitungannya)

Volume Luas (Bedeng/Gudang) = Panjang x Lebar.

  • Listrik kerja : Cara menghitung kebutuhan listrik kerja adalah dengan memperkirakan berapa lama pengerjaan bangunan. (cara perhitungannya)

Volume Listrik Kerja = Bulan (perkiraan) x Set (penyambungan listrik)

  • Air kerja : Karena satuannya adalah lumpsum, maka opsi untuk melakukan perhitungannya adalah dengan PDAM, atau Sumur Galian
  • Pembersihan : pekerjaan pembersihan

Volume Permbersihan = Panjang x Lebar

  • Galian : adalah proses penggalian tanah yang berhubungan dengan proses pembuatan pondasi.

Volume Galian = Panjang Galian x Lebar Galian x Tinggi Galian (dalam) x Quantity Footplate (jumlah lantai dasar pondasi)

  • Urugan : pekerjaan menguruk galian pondasi

Volume Urug = 1/3 x Volume Galian

  • Urugan Tanah Padat : untuk pengerjaan pengurug-an jika ada penambahan level tinggi bangunan.

Volume Urug Tanah Padat = Total luas bangunan x Tinggi Urugan

  • Lantai Kerja : lantai kerja dapat berupa pasir, batu kali atau beton. Satuannya adalah M²

Volume Lantai Kerja : Panjang x Lebar x Quantity (jumlah Galian)

  • Pondasi Footplate : Satuan yang digunakan adalah M³

Volume Footplate = Panjang x Lebar x Quantity (jumlah footplate)

  • Sloof : struktur pengikat bangunan

Volume Sloof = Lebar Sloof x Tinggi Sloof x Panjang Total Dinding

  • Tulangan Sloof : Tulangan ideal sloof adalah 125 – 175 kg/m³

Volume Tulangan Sloof = 150 x Volume Sloof

  • Bekesting Sloof : cetakan untuk beton sloof

inilah area yang akan menjadi CBDnya kerawang…the best area

Info lengkap klik disni

Volume Bekesting Sloof = (2 x Tinggi Sloof) x Lebar x Panjang Sloof)

  • Kolom : Tiang atau Struktur untuk menahan beban di atasnya.

Volume Kolom = Panjang x Lebar x Tinggi x Quantity (Jumlah Kolom)

  • Tulangan Kolom : kebutuhan baja yang digunakan untuk penulangan kolom berkisar 150 – 200 kg/m³

Volume Tulangan Kolom = 175 x Volume Kolom

  • Bekesting Kolom : Cetakan untuk pembuatan kolom

Volume Bekesting Kolom = (2 x Panjang) x (2 x Lebar) x Tinggi x Quantity (Jumlah Kolom)

  • Pemasangan Dinding : materialnya bisa berupa bata merah, bata ringan atau batako. Untuk satuanya sendiri menggunakan M²

Volume Dinding = Panjang x Tinggi

  • Plester Dan Acian : untuk volume plester dan acian adalah sama dengan volume dinding, namun jika plester dan acian ada di kedua sisi maka perhitungannya adalah.

Volume Plester Dan Acian = 2 x Volume Dinding (M²)

  • Lantai : untuk perhitungan lantai tinggal panjang kali lebar, untuk detail pemakaian material lantai nanti ada perhitungan tersendiri untuk pekerjaan lapangan.
  • Kusen, pintu dan Jendela : untuk perhitungan pekerjaan kusen pintu dan jendela adalah dengan menghitung jumlah unit yang akan kita gunakan.
  • Pengerjaan Plafon

Volume Plafon = Panjang x Lebar

  • Pengecatan

Volume Cat = Panjang x Lebar (Bidang)

  • Instalasi Listrik : Untuk pemasangan instalasi listrik meliputi, daya, titik lampu dan alat kelistrikan (Dihitung Per Buah), panjang kabel (Dihitung Per Meter).
  • Sanitasi : Pekerjaan sanitasi meliputi plumbing sampai berbagai perangkat yang berhubungan dengan sanitasi. Cara perhitungannya sama dengan instalasi listrik
APARTEMEN B RESIDENCE

Miliki Apartemen yang dikelilingi oleh AEON Mall, ICE, Atmajaya Dan PRASETYA MULYA di BSD CITY KLIK

  1. Harga Satuan Pekerjaan

Setelah menghitung volume perkejaan, selanjutnya kita menyiapkan sebuah daftar untuk mengetahui harga setiap satuan pekerjaan. Biasanya harga satuan ini berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lainnya. Sehingga kita perlu mengumpulkan beberapa insformasi (Namun sekarang sudah banyak data-data yang bisa kita cari terkait harga satuan yang update dari berbagai sumber informasi, misalnya, web sebuah toko material). Ada dua daftar yang harus kita buat terkait harga satuan.

anggaran pembangunan rumah

  • Daftar Harga Satuan Barang
MATERIAL

SATUAN

HARGA SATUAN
Berisi berbagai jenis material yang kita perlukan. Seperti pasir, semen, batu bata, kayu, kabel listrik, dsb

Contoh :

Batu Belah

Batako Putih (Tras)

dst

Satuan material yang akan kita gunakan. Seperti, Buah(Pcs), Unit, Meter, M², M³, Liter, dsb

Contoh :

Buah

dst

Adalah harga pasaran saat ini, untuk satuan material yang akan kita gunakan untuk bangunan kita

Contoh :

Rp. 160.000,-

Rp. 2.300,-

dst

 

  • Daftar Harga Upah Pekerja
JENIS PEKERJA/PEKERJAAN SATUAN/WAKTU UPAH
Berisi informasi tenaga yang kita butuhkan

 

 

Contoh :

Tukang Batu

Tukang Cat

Pembantu Tukang

dst

Untuk menentukan hitungan pekerjaan, biasanya menggunakan (/hari)

 

Contoh :

Hari

Hari

Hari

dst

Ongkos jasa pekerja berdasarkan satuan/waktu tersebut

 

Contoh :

Rp. 65.000,-

Rp. 60.000,-

Rp. 50.000,-

dst

 

  1. Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Setelah kita menentukan volume pekerjaan dan harga satuan tiap-tiap pekerjaan, langkah berikutnya adalah membuat rencana anggaran biaya atau RAB. RAB inilah yang nantinya dijadikan pedoman kebutuhan biaya atas bangunan yang akan kita buat. Dalam RAB kita juga bisa , melihat bukan hanya beberapa biaya sebuah pekerjaan melainkan total anggaran yang diperlukan untuk membangun rumah kita. Pembuatan RAB sendiri adalah dengan cara mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan, sehingga didapat Jumlah total harga pada masing-masing jenis pekerjaan. Berikut contoh tabel RAB.

rab

 

Demikian sekilas tentang Menyusun anggaran pembangunan rumah yang perlu kita perhatikan dan pertimbangkan dalam membangun sebuah rumah atau hunian agar pembangunan dapat berjalan sesuai dgn budget dan tidak terhenti di tengah jalan

 

 

Tags: , , , , , ,

Related to Menyusun Anggaran Pembangunan Rumah