Cara Memasang Partisi Yang Benar

Post On: 8 May 2016
By:
January 28, 2018

Cara Memasang Partisi Yang Benar

cara memasang partisi dari unsur bahasanya dapat diartikan sebagai pembagi, dalam dunia konstruksi bisa diartikan dengan pembagi sebuah ruangan sehingga menjadi beberapa bagian. Dari jenisnya partisi ada yang permanen, partisi semi permanen dan yang bisa dipindah secara instan (removable). Tujuan dari pemberian partisi dalam sebuah ruangan adalah untuk membedakan atau memperjelas fungsi dari sebuah bagian ruangan dengan bagian ruangan yang lain.

Rumah bernuansa resort bali kini ada di jakarta

Info lengkap klik disni

Sebagai contoh: Misalnya saat kita membeli sebuah rumah, kita mendapatkan rumah yang tebagi menjadi sebuah ruang tamu, dua kamar tidur, sebuah dapur dan sebuah kamar mandi. Karena kita memerlukan ruang keluarga dan melihat ruang tamu yang lumayan luas, maka kita memutuskan untuk membagi ruang tamu tersebut menjadi dua bagian, ruang tamu yang lebih kecil dari sebelumnya dan bagian lainnya menjadi ruang keluarga.

Dengan contoh diatas, maka kita bisa membuat partisi yang akan kita gunakan untuk membagi ruangan tersebut. Untuk membuat partisi yang sesuai dan baik untuk ruangan, ada beberapa langkah-langkah dan hal yang perlu kita perhatikan. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara memasang partisi yang bernar.

cara memasang partisi

cara memasang partisi yang benar perlu Perencanaan

  1. Pastikan ruangan yang akan kita beri partisi benar-benar memadai untuk penambahan partisi.
  • Menambah partisi otomatis akan mengurangi luasan sebuah ruang. Memaksakan partisi untuk ruangan sempit mungkin akan membuat kenyamanan berkurang. Untuk mengatasinya mungkin bisa dengan menggunakan partisi yang tidak terlalu tebal.
  • Untuk pemasangan partisi memmerlukan konstruksi yang terhubung dengan bagian ruangan, seperti dinding, lantai,struktur plafon, dsb. Pastikan apakan bagian tersebut memadai untuk menerima tambahan struktur. Misalnya seperti pemasangan fisher pada dinding, dan lantai.
  1. Golongkan jenis ruangan/area yang akan tercipta setelah pemasangan partisi.
  • Berdasarkan Sifat : Privat, Semi-Privat/Publik, Publik. Contoh: Ruangan keluarga adalah ruangan semi publik sementara ruangan tamu adalah ruangan publik sedangkan kamar tidur adalah ruangan privat.
  • Berdasarkan Aktifitas : Aktifitas Tinggi, Aktifitas Sedang, Aktifitas Rendah. Contoh : Dapur Dan Kamar Mandi (Tinggi) Ruang keluarga (Sedang) Kamar Tidur (Rendah).
  1. Tentukan tujuan pemberian partisi dengan menentukan akses dan batasan antar ruangan.
  • Memungkinkan untuk seluruh akses secara aktivitas, visual dan audio.
  • Memungkinkan untuk akses visual dan audio saja.
  • Memungkinkan untuk akses visual atau audio saja.
  • Akses fleksibel untuk segala aktifitas, visual dan audio. (bisa tidak memungkinkan atau sebaliknya).
  1. Tentukan tema desain ruangan.
  2. Pemilihan jenis Partisi yang sesuai dengan tujuan.
  • Partisi Permanen : Partisi ini membatasi antara ruangan secara permanen, sehingga antara ruang satu dengan yang lain benar-benar terpisah.
  • Partisi semi permanen : Untuk membatasi ruangan tetapi bisa dengan mudah menghilangkan partisi tanpa harus membokar struktur partisi. Untuk tujuan ruang yang multi/berubah fungsi dengan cepat bisa menggunakan partisi jenis ini. Misal: pada hari-hari biasa kita gunakan ruangan untuk ruang tamu dan ruang tengah, ketika ada acara kita bisa melipat/menghilangkan partisi, sehingga kedua ruang menjadi satu.
  • Partisi Temporer / Moveable : Untuk pemberian partisi yang sangat fleksibel sesuai dengan kebutuhan. Untuk partisi ini biasanya hanya untuk tujuan membatasi aktifitas dan fisual saja.
  • Partisi Dinding Penuh : Digunakan untuk tujuan pemisahan ruangan secara keseluruhan. Misal dari lantai sampai plafon dan dari dinding satu kedinding lainnya, sedangkan untuk akses menggunakan pintu. Bisa untuk partisi jenis permanen atau semi permanen.
  • Partisi separuh Dinding : Digunakan untuk tujuan pembatasan area, tanpa mengurangi akses aktivitas, visual dan audio. Bisa untuk jenis partisi
  • Partisi ornamen : Ini untuk tujuan, selain membatasi ruang juga bisa digunakan sebagai fungsi dekorasi sebuah ruangan.
  1. Memilih material Partisi.
apartemen dijual di ancol

Apartemen siap huni fully furnished daerah ancol..klik

Setelah mengetahui golongan ruang, tujuan pemberian partisi, langkah berikutnya adalah menentukan material yang akan kita gunakan untuk membuat partisi. Sesuaikan jenis material dengan golongan ruang, tujuan pemberian partisi. Material yang bisa digunakan untuk membuat partisi antara lain :

  • Kayu : Untuk material segala jenis partisi, bisa juga untuk material rangka partisi untuk menopang material seperti plywood, mdf, partikel wood, atau GRC. Bisa juga sebagai frame untuk kaca atau kain. Bisa juga untuk membuat partisi yang dekoratif.
  • Teakwood : Cocok untuk partisi yang menampilkan kesan natural.
  • Plywood, MDF, Partikel Wood : Untuk partisi dengan tampilan yang rata dan lebih bersih, pada pemasangannya bisa dengan penguatan pipa kotak aluminium atau kayu.
  • Kaca : Cocok untuk partisi yang membatasi aktivitas tanpa mengurangi akses secara visual. Tetapi bisa juga membatasi segala akses dengan pemberian stiker kaca. Cocok untuk partisi pada kamar mandi karena kedap terhadap air.
  • Kain : Cocok untuk partisi yang moveable.
  • Aluminium : Biasanya untuk frame kaca atau material lainnya. Atau juga untuk kerangka partisi.
  1. Membuat gambar kerja sesuai dengan, desain yang kita inginkan (Bisa meminta bantuan tenaga ahli). Di sini kita juga bisa memadu padankan segala material di atas.

memasang partisi

Pelaksanaan

  1. Selalu Ikuti gambar kerja dan perencanaan yang telah kita buat.
  2. Lakukan instalasi partisi sesuai dengan prosedur pemasangan partisi yang sesuai dengan jenis dan bahan partisi yang sudah kita pilih. Misal:
  • Untuk urutan partisi permanen dari Plywood,MDF, Partikel wood dan GRC: bisa dimulai dengan pembuatan kerangka dari pipa aluminium dengan membuat modul-modul tiang kerangka berjarak sesuai dengan lebar papan. Lalu untuk pemasangannya bisa menggunakan skrup. Dan langkah akhir bisa mengfinish dengan cat.
  • Untuk pembuatan partisi semi-permanen: bisa dilakukan pembuatan panel-panel khusus dari beberapa material di atas. Kemudian kita bisa membuat konstruksi pada ruangan, seperti frame dengan engsel dan roda geser. Untuk kain mungkin hanya perlu memasang penggatung pada ruangan.
  • Untuk partisi moveable kita hanya perlu menyesuaikannya dengan ruangan dan memasangnya saja.

Selalu lakukan pengecekan untuk keamanan penambahan/penggunaan partisi

partisi semi permanenTips Dan Trik

  1. Jika kita tidak memiliki rumah yang begitu luas, tetapi sering mengadakan acara yang sering dihadiri banyak orang. Kita bisa membuat partisi semi-permanen (seperti folding door) antara ruang tamu dan ruang keluarga. Sehingga kita bisa menyekat memisahkan ruangan sesuai fungsinya ketika tidak ada acara, dan melipat partisi sehingga ruangan menjadi satu saat ada acara.
  2. Ingin memasak sambil mengawasi anak bermain di ruang keluarga. Kita bisa membuat partisi dari kaca, atau partisi hanya setinggi meja, atau bisa juga menggunakan partisi yang hanya berupa ornamen-ornamen yang tidak menghalangi akses visual dan audio antar ruangan.
  3. Sering bosan dengan penataan ruangan dan selalu menginginkan suasana baru dalam rentang waktu yang pendek, gunakan partisi moveable yang mudah dipindah dan digeser.

Demikian artikel cara memasang partisi yang benar, semoga dapat bermanfaat

amarsvati condotel
Baca juga :
Mau tinggal dekat dengan tempat hiburan? disini aja
Mau rumah dekat mall? klik aja
Gudang siap pakai untuk tempat usaha

Tags: , , , , , ,

Related to Cara Memasang Partisi Yang Benar